Sekat ruangan berupa partisi kini lebih banyak dipilih pemilik rumah daripada dinding batu bata. Alasannya adalah partisi lebih murah, indah, dan praktis. Partisi tidak paten artinya bisa dipindahkan sesuai kebutuhan. Bagi hunian yang berukuran sempit, partisi sangat multifungsi baik penghias dan pemisah ruangan.

Ada banyak material yang bisa digunakan sebagai partisi dan salah satu yang terkenal adalah kayu. Kayu telah menjadi material yang pertama kali digunakan sebagai partisi sebelum kaca dan aluminium muncul. Partisi kayu memiliki banyak keuntungan seperti Indah untuk diukir dan harganya sangat bervariasi. Keuntungan ini bisa menyesuaikan dengan kesukaan pemilik rumah.

5 Jenis Kayu yang Cocok sebagai Partisi

Dibalik keuntungan penggunaan kayu sebagai partisi, tidak semua jenis kayu dapat digunakan. Hanya beberapa yang berkualitas saja akan mudah diukir, memberikan ketahanan tinggi sehingga memiliki daya jual tinggi. Ketika Anda hendak membeli partisi kayu sebaiknya kenali jenis kayu apa yang digunakan.

Pemilihan yang tepat akan menghindari Anda Salah beli nantinya. Apa saja jenis kayu terbaik yang biasa digunakan untuk partisi?

  • Kayu Jati

Tidak ada yang bisa menandingi kualitas dari kayu jati. Hal ini benar adanya mengingat ketahanan kayu jati terhadap rayap. Jenis kayu jati yang banyak digunakan untuk partisi berasal dari Jawa Tengah. Kayu jati ini disebut juga kayu jati rakyat yang mudah untuk dipotong bahkan diukir. Anda akan menemukan banyak partisi dari kayu ini di Jepara. Partisi dari kayu jati lebih berat jadi sebaiknya berhati-hatilah ketika hendak menggesernya.

  • Kayu Pinus

Mencari partisi dengan harga lebih murah? Anda bisa memilih partisi yang terbuat dari kayu pohon pinus. Berat partisi akan lebih ringan dan Anda bisa memberikan warna natural atau solid sesuai kebutuhan. Harga tentu jauh lebih murah karena ketersediaan stok kayu yang melimpah. Namun soal ketahanan tentu berada di bawah kayu jati. Kayu ini tidak tahan kelembaban dan mudah berjamur jadi perlu perawatan ekstra.

  • Medium Density Fibreboard (MDF)

Jenis kayu ketiga ini cukup berbeda karena merupakan kayu buatan. Terbuat dari serbuk kayu kasar yang direkatkan dengan lem dan dipress dengan tekanan tinggi. Hasilnya berbentuk papan dan dilapisi dengan veneer. Kebanyakan partisi kayu minimalis yang difinishing dengan warna putih menggunakan mdf. Kelebihan mdf sebagai partisi adalah tampilannya yang halus. Kelemahannya adalah tidak tahan kelembaban sama seperti kayu pinus.

  • Kayu mahoni

Alternatif lain yang juga murah adalah kayu mahoni. Kayu ini lebih tahan terhadap kelembaban namun masih rendah ketahannya terhadap rayap. Keunggulan yang banyak dicari dari kayu mahoni sebagai partisi adalah warnanya yang kemerahan. Ketika difinishing dengan pernis tampilannya akan sangat indah. Biasanya partisi kayu mahoni tidak memiliki ukiran karena mudah retak ketika diukir. Walaupun begitu banyak sekali desain partisi yang tak kalah indahnya dengan kayu mahoni.

  • Plywood

Anda mungkin Masih asing mendengar plywood tapi pasti familiar dengan triplek dan multiplek. Keduanya merupakan plywood, yaitu Salah satu jenis kayu buatan. Bedanya dengan mdf adalah cara pembuatannya. Plywood terbuat dari lembaran kayu yang direkatkan secara silang dan dipress.  Partisi yang menggunakan plywood sangat ringan dan lebih banyak diproduksi. Kelebihannya adalah harga murah dan terdapat berbagai macam model.

Jenis partisi dari kayu manakah yang hendak Anda gunakan? Sesuaikanlah dengan biaya yang tersedia dan kualitasnya.